6 Juni 2013

Tears in Memories


Hanya cerita fiktif belaka, bukan nyata :)


Malam itu, aku duduk di tepi tempat tidur dekat jendela sambil memandangi jalanan jakarta dari atas apartemen ku. Aku masih memalingkan wajah ke arah jendela yang buram karena hujan. Hujan mulai reda menjadi gerimis gerimis yang tidak pernah gagal membuat ku merasa nyaman.

Aku suka hujan. Aku suka memandangi hujan dari balik jendela dengan secangkir coklat panas di tangan. Memandangi hujan membuatku merasa tenang. Sama seperti menghabiskan waktu bersama mu.
Menghabis kan waktu bersama mu juga selalu membuat ku merasa.... tenang? damai? Aku tidak bisa memikirkan kata yang bisa menggambarkan perasaan ku waktu itu.Semua yang ku rasakan tiap kali bersama mu membuat ku bisa bernapas lebih lega, membuat ku seolah- olah bisa memejam kan mata beristirahat sejenak  tanpa harus mencemas kan apa pun... Seperti itulah....


Tapi itu dulu...
Satu bulir air mata ku jatuh lagi. Aku cepat- cepat mengusapnya entah sudah yang keberapa kali nya.
Pikiran ku melayang jauh ke masa itu. Saat kita pertama kali bertemu, mengenali sifat sifat mu, dan pertama kali aku menyadari bahwa aku menyukai mu. Aku tidak pernah menyangka sebelum nya. Perasaan itu tumbuh dan berkembang dengan cepat nya.
Mungkin aku terlalu cepat mengartikan kan bahwa itu adalah perasaan "cinta"
Aku juga berharap kamu suatu saat bisa selalu bersama ku dan menjadi milikku.

Tapi... Aku menepis semua prasangka itu. Cara kau memandang, berbicara, dan tersenyum dengan ku memang sama seperti yang kau lakukan kepada orang lain. Tapi aku merasa ada sesuatu yang spesial saat kau melakukan nya pada ku.

Sungguh, aku sangat menyukai mu diri mu yang seperti ini, begitu polos nya. Dan aku sudah jatuh terlalu dalam mengagumi mu, hatiku sudah terlalu meninggikan mu.Aku juga sudah terlalu banyak berharap.

Apa benar semua yang ku nginkan dari mu hanya mimpi?

Hingga suatu hari kau menyatakan perasaan itu. Perasaan bahwa kau juga mempunyai rasa yang sama. Surga sesaat. Aku benar benar tidak menyangka, tapi ada perasaan sakit yang tersembunyi. Aku takut jika kamu hanya bermain main dengan ku. Dan semua itu benar, kau menyatakan itu sesaat sebelum kau akan pergi dari hidup ku. Pergi ke negara seberang entah untuk berapa lama nya.
Lalu, apalah artinya bagiku? aku merasa sakit untuk yang kesekian kali nya, mencintai mu membuat ku terluka. Lagi lagi aku harus mengabaikan perasaan ku. Dan aku merelakan setengah kebahagiaan ku pergi..


5 tahun sudah berlalu..
Kau sudah pergi bersamaan dengan kenangan yang pernah kita rasakan dulu. Sudah terlalu lama aku terjatuh dalam kebodohan ku mencintai dan menunggu mu datang lagi.Walaupun kita jauh tapi kita memang tidak kehilangan kabar. Kau masih sering menelpon ku, seolah olah memberikan ku harapan agar aku tetap menunggu mu. Dan aku masih berfikar bahwa kamu masih mempunyai perasaan yang sama seperti dulu.

Tapi.. aku salah mengartikan. Maaf jika aku berfikir bahwa kamu masih memiliki rasa yang sama. Kamu bukan kamu yang seperti dulu. Ternyata semudah itu kamu datang membawa harapan, pergi tanpa mengucapkan apa- apa dan melupakan semua nya. Aku tau bukan saat nya lagi untuk mengharap kan mu. Tapi bagaimana dengan aku?  Kini kau sudah bersama dia, aku makin terhempas jauh
Mungkin rasa benci mulai tercipta, tapi kuakui kenangan antara kau dan aku tidak pernah hilang dari ingatan.
Memang tidak ada yang sepertimu, tapi bukan berarti aku akan selalu mengistimewakan kamu.
Semua kesalahan dan kekecewaan itu sudah cukup semua nya!! Tidak akan pernah terulang lagi.

Aku berharap kamu akan menjadi kamu yang dulu Kamu yang sangat aku bangga kan.
Sudah cukup aku saja perempuan yang pernah menangis karna kamu.



Hujan sudah berhenti dari satu jam yang lalu, tapi ingatan ini masih setia mengisi otak ku.
Jalanan jakarta masih ramai. Begitu menyebalkan di pagi hari namun begitu cantik di malam hari.
Malam ini... aku menangis lagi karena meindukan "Kita"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar